santet jarak dekat (bagian 2)



Setelah dukun dari banyuwangi gagal membunuh penulis lalu sewa dukun dari jember
Santet ini mempunyai tanda-tanda ada 2 hewan masuk ke dalam rungan kita
Santet ini mempunyai 2 kali kiriman ghaib yang mematikan (membunuh) yaitu hari+1 dan hari+3

Kronologi 1 (di-jombang)
pada pukul 8 malam di tempat penulis ada cacing dan kodok di dalam ruang tamu penulis cuek saja seperti hal biasa lalu malam hri penulis kayk kena anteman di ulu hati(dada bawah) penulis masih cuek saja ( gak tau apa yg akan terjadi)
namun pukul 1 siang penulis dapat firasat di suruh meninggalkan rumah (di jombang) menuju mojosari-mojokerto ( ketempat sudara)
setelah 2 hari di mojosari-mojokerto penulis dapat firasat lagi untuk nik bus ke bali (denpasar)
setelah sampai denpasar lalu balik surabaya lagi ( lalu mojosri )
Penulis belom tau kalo itu untuk menghindari santet tingkat tinggi (jarak dekat)
--> Jombang --> Mojosari --> Denpasar/bali


Kronologi 2 (di-Mojosari-Mojokerto)
setelah tiba dari bali (di mojosari) sekitar pukul 9 malam lalu tidur
Pagi harinya sekitar pukul 7 pagi ada 2 ayam (jago+babon) masuk rumah ( berisik) membangunkan penulis dari tidur ( penulis baru terasa ada kiriman santet lagi [sedang di ritualkan] seperti 3 hari lalu)
penulis mulai waspada dan fokus pada firasat/bisikan ghaib,
malam harinya sekitar pukul 1 malam penulis merasa gak nyaman dan ada firasat di suruh meninggalkan tempat (mojosari)
diantar saudara (dengan motor) ke terminal mojokerto lalu menuju kota madiun (nongkrong di terminal madiun) sekitar pukul 4 pagi, lalu pukul 11 siang penulis melanjutkan perjalanan ke bandung jawa barat menggunkan bus sugeng rahayu CEPAT (Jurusan surabaya-yogya-bandung)
-->Mojosari -->Madiun -->Bandung

Kronologi 3 (di Bandung/lembang)
Penulis berencana tinggal di bandung selama sebulan (untuk menghindari santet) sampek nge-kos di sana
2 hari pertama penulis numpang di rumah kawan lama dan akhirnya kos di Lembang-bandung
baru hari ke-2 nge-kos di lembang dapat bisikan ternyata dukun dari jember yang tinggal di jombang menjemput ke bandung lalu penulis pergi ke kota bandung ( Terminal cichahem) untuk nge-bus ke surabaya dan pukul 3 sore bus berngkat ke surabaya
nmun di dalam bus ada penumpang yang membawa 2 burung lovebird (dalam 1 sangkar) ini pertanda ada ritual santet jarak dekat bagian 2, penulis merasakan kurang nyaman di kendaraan Bus Gunung Harta (bandung-surabaya), sesampainya di kec. kadipaten kab. majalengka bus berhenti dan penumpang dapat jatah makan ( sekitar pukul 6 sore/malam) selesei makan penulis pamitan sama kru bus dan mau balik ke bandung lagi ( Ternyata dukun itu sewa mobil untuk mengikuti penulis / melakukan ritual santet di dalam mobil) setelh bus gunung harta pergi penulis berjalan kaki menyusuri jalan sampai di sebuah penginapan di pinggiran kota kadipaten-majalengka sekitar pukul 8 malam dan ternyata dukun yang membuntuti penulis juga berhenti di kadipaten-majalengka penulis tidur dan bangun jam 7 pagi setelah ngobrol sana sini ternyata tempat itu dekat bandara Kertajati (jawa barat) setelah mandi penulis pergi jalan kaki ke stop-an lampu merah yg mana ada angkutan ke arah bandara baru dan langsung beli tiket untuk penerbangan jam ini (tercepat) dan terbang ke balikpapan, setelh di bndara blikpapan saya duduk menunggu bisikan (apakah langsung terbng ke surbya atau menginap dulu di blikpapan) ternyata bisikanya di suruh keluar dulu untuk cari makan dan cari kos-kosan habis makan jalan kaki cari kos harian/penginapan ternyata yg punya penginapan org jawa dari nganjuk(firasat tidak aman) lngsung saya batlkan dan balik ke jln raya, tanya sekitar kalo ke samarinda biaya berapa, ternyata di suruh blik ke bandara dan terbang ke surabaya ( dukun mengejar ke balikpapan) setiba di bandara juanda (surabaya) langsung naik travel jurusan malang dan lnjut ke pesren gunung kawi ( ternyata dukun masih membuntuti ke surbaya dan sampek pesarean gunung kawi)
--> Majalengka -->Balikpapan --> Gunung Kawi(Malang)




Kronologi 4 (Pesarean Gunung Kawi)
Penulis sudah kehilangan cara untuk lari (Pasrah ke mbah kawi minta bantuan) hidup-mati apa kata mbah Jugo (pasrah bongkokan)



Kronologi 5 (Pesarean Gunung Kawi)







Penulis melakukan ini semua bukan karena petunjuk/firasat namun penulis hanya sebagai wayang yang di lakokno dalang (seperti robot)